Langsung ke konten utama
Guidelines for Communication Ethics for Students and Lecturers
Etika Berkomunikasi Menggunakan E-mail
- Tuliskan subyek e-mail. Berikan judul/keterangan singkat mengenai tujuan Anda mengirimkan pesan kepada dosen.
Contoh:
Revisi Skripsi Fadel M. Samallo - Tuliskan kata pembuka dengan benar. Sebutkan pihak yang dituju dan gunakan sapaan pembuka formal.
Contoh:
Yth. Bapak Hadi; Selamat pagi, Fadel M. Samallo. - Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan Anda mengirim email, terutama jika baru pertama kali mengirim email kepada dosen tersebut. Sebutkan nama lengkap, program studi, dan kelas Anda.
Contoh:
Selamat pagi, Ibu Ica.
Perkenalkan, saya Fadel M. Samallo, mahasiswa kelas A – Administrasi Publik . - Sampaikan tujuan Anda mengirim email dengan jelas. Jika ada beberapa hal yang akan disampaikan, Anda bisa menggunakan pointers.
Contoh:
Terkait dengan UAS Administrasi Kepegawaian, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan.
1. Apakah UAS dikumpulkan melalui IDE?
2. Apakah saya boleh menggunakan Bahasa Inggris untuk menjawab soal yang diberikan? - Jika mengirim attachment, informasikan pada e-mail. Berikan nama attachment dengan jelas dan sesuai. Pastikan juga Anda sudah melampirkan attachment pada email yang akan dikirimkan.
Contoh:
Saya lampirkan revisi Bab 1 dan Bab 2 yang sudah saya perbaiki sesuai dengan hasil bimbingan minggu lalu. - Gunakan bahasa yang baik dan hindari menyingkat kata. Perhatikan juga penggunaan tanda baca, huruf kapital, serta pastikan tidak ada kesalahan penulisan (typo).
- Sebelum mengirim email, cek kembali pesan dan attachment yang akan dikirim.
- Berikan waktu dosen Anda untuk menjawab. Walaupun membalas email dapat dilakukan dengan cepat, tapi bisa saja dosen Anda memiliki kesibukan lainnya. Jika tidak ada balasan dalam jangka waktu yang cukup lama, Anda bisa bertanya kembali dengan sopan.
Komentar
Posting Komentar